Sabtu, 29 Juli 2017

Tuan Bantal

Tuan Bantal

Hai tuan bantal, kita jumpa lagi pagi ini
Mendekatlah, aku merindukan dekapanmu hingga kerelung hati
Sama halnya rasa sakit, kan ku peluk, ku cium dan ku dekap kau lebih erat lagi
Dengan keikhlasan, penerimaan dan pemahaman sejati
Yang didapatkan oleh pencarianku selama tiga hari

Tuan,
Beberapa hari lalu aku mengadu pada tuan tisu.
Namun, kini aku datang tak tuk ceritakan apa yang telah lalu
Aku hanya ingin ceritakan apa yang ku dapat slama 3 hari mengunci pintu
Dengan air mata membanjir aku terus menggerutu, menyalahkan ini dan itu
Hingga akhirnya aku menemu titik sumbu
Ternyata, jawaban semua rasa sakitku hanyalah dengan membuka hati yang baru.

Tuan,
Kan ku jelaskan apa yang barusan aku sampaikan
Ku buka hati yang baru tanpa melupakan semua yang telah kulewatkan
Ku buka hati yang baru tanpa memikirkan hal buruk yang pernah kudapatkan
Ku buka hari yang baru tanpa niatan tuk serangkan pembalasan
Ku buka hati yang baru dengan belajar memahami sisi-sisi kemanusiaan
Ku buka hati yang baru dengan penuh kedewasaan
Ku buka hati yang baru dengan keikhlasan tuk memaafkan

Tuan,
Tolong katakan pada tuan tisu bahwa aku telah temukan jawaban
Ku niatkan tuk tak lagi ku tonjolkan kebencian
Kini aku bahagia, dengan mencoba menerapkan makna penerimaan
Aku tak katakan sudah hilang semua kepediahan
Dusta kalau luka ini telah kering tanpa bekasan
Namun setidaknya, aku telah menemukan secercah harapan
Tuk menghilangkan rasa sakit yang kemarin aku adukan
Perihal sisa-sisa kepedihan, doakan saja semoga semakin luntur seiring jalan.

Jakarta, 30 Juli 2017



Tidak ada komentar: