Mau ngepost tentyang Family Happy ahh,,
orang-orang pada punya Happy Family tapi kalo aku punyanya Family Happy, dari namanya aja udah bikin ngakak apalagi kamu kenal sama semua warganya. :D
yang tertua di Family Happy itu ka Umar dia berperan sebagai Oppa, ada ka Almas berperan sebagai Omma. dalam dunia nyata mereka terikat oleh satu nama yaitu cinta eeaaaak..
mereka memiliki 3 anak perempuan yang satu dengan yang lainnya sangatlah berbeda, berbeda hatii eeeaaak :D anak Pertama namanya Eka, dia sebagai Auntie,, :D hati-hatiii dia pandai mematahkan hati seseorang, tapi juga bisa menerbangkan seseorang tapi berujung jatuh :D Auntieku ini memiliki 100001 macam cara untuk menjaili seseorang dan terbuktti telah memakan banyak korban wkwkwk :p dia sedang vacuum untuk modusin brondong ahaaa :p
Anak ke dua bernama Titi, dia juga sebagai Auntie, sifatnya sangat berbeda 360 derajat *ehh balik lagi yaa :D* Auntie ku ini sangat baik, murah senyum, selalu berfikiran positif tapiii pernah galau juga, i know that Auntie... :D
anak ke 3 adalah Mommyku,,, namanya Siscaaaaa, dia nikah sama Daddy akuuu,, setelah nikah lahirlah anak pertama yaitu ka Syan, anak ke dua yaitu ka Ann, anak ke tiga yaitu ka Jal, dan terakhir adalah anak termanis yeahhh itu akuuuuuu,,, :p Upiiii... :D
kami ber4 memiliki ibu asuh bernama Asri, iyaaaaa, ibu asuhku ini sedang bingung dengan hatinya sendiri, dia pernah patah hati, dia sering nyeramahin aku, dia baik banget *yess duitnya seratus Ribu yaaa :p* aku pernah merasakan apa yang dia rasakan ternyata itu sakit banget, serius sampe gak nafsu makan ayam goreng :D makanan yang pasti abis kalo aku makan,,, :D
aku sayang merekaaaaa,,, :D mereka juga sayang akuu, yaudah kita sama-sama sayang,, :D :D :D
Sabtu, 18 Januari 2014
Jumat, 17 Januari 2014
Hujan eheheh
Hoyoyoyoyo,,, ada yang lagi patah hati? tenang yang patah hati bukan cuman kamu kok, dunia itu gak berhenti sampai disini guys, keep smile,,, Upi ada disini... "dihatiku?" "tepatnya di Urat saraf mu" wkwk dunia ini terlalu indah buat ditangisi... Ada yang pengen tau Rasanya sakit hati? kamu bakal tau setelah membaca puisi ini, ini diaaaa,,,
HATIKU INI
Hatiku ini,
Terlalu lemah untuk membencimu,
Terlalu lelah untuk menunggumu,
Terlalu kecewa untuk melihatmu,
Kini kurasakan sendu,
Menderu-deru dalam hati,
Suram sekatika ruang itu
Tertutup debu yang usang,
Getaran jiwa ini,
Merasuki setiap celah yang ada dihati,
Memecahkan puing-puing cinta yang bertebaran
Mematikan bunga rasa yang mengembara dijiwa,
Kumulai sadari,
Berapa kau sama dengan yang lain,
Betapa femikiranku tantangmu meleset jauh,
Itu menyakitkan,
Ku mulai kenangkan masa itu,
Saat kkau lontarkan canda-candamu itu,
Saat ku berharap ketidakpastian itu,
Kaat ku melayang jauh dari diriku,
Ku coba mengerti arti semua ini,
Hujan mengiringi langkahku tuk pergi,
Mengawali kekhawatiranku yang jelas terjadi,
Diantara hujan ku melihat sepasang kekasih yeah!
Kulunglaiseketika,
Saat ku dengar kabar burung yang akhirnya betul,
Kumulai terhenyak kedalam lubang terdalam,
Ku mulai tenggelam dalam kesakitan,
Seketika ku mulai merasa dunia tak lagi membelaku,
Menjauhiku,
Meninggalkanku,
Memusuhiku,
Namun mereka berada disampingku,
Menemaniku,
Mendengarkan cacianku,
Membiarkan hujan merengkuhku,
Rasa biru benar-benar menyelimutiku,
Sekatika ku mulai kehilangan arah,
Airmataku tak bisa ku tampung,
Seketika hujan mengapusnya,
Hujan dihatiku lebih lebat dari ini,
Bahkan mampu menhancurkan semua isi hatiku,
Membelahnya menjadi serpihan-serpihan debu,
Membiarkanku lenyap dalam kehancuran,
Kini hatiku dipenuhi asap,
Api dimana-mana,
Dan tak ada sekawanan air yang bisa menghentikannya,
Ku mulai mengeluh,
Kini kuharus sadar,
Petiklah hikmah dari kisahku,
Jangn biarkan cinta menghancurkanmu,
Jangan terlalu dalam berharap pada seseorang,
Selama ini hanya kebaikan yang kulihat darimu,
Menggilaimu tanpa kau tau,
Membodohi diri sendiri karena tak bisa sepertimu,
Merindukanmu yang jelas tidak merindukanku,
Kau memang teman baik untukku,
Kau membahagiakanku tanpa menaruh harapan besar terhadapku,
Seringkali kautampak beda dimataku,
Membahagiakan bukan berarti mencintai,
Aku muungkin telah jatuh,
Tapi kutetap bersyukur,
Belum terlalu jauuuuuuuuh aku terjatuh,
Belum terlalu sakit aku rasa,
Tapi takpernah kusangka,
Itu dia,
Dia yang mampu meluluhkan hatimu,
Sungguh aku tak rela,
Kurasakan memang dia lebih dariku,
Tapi, yeah sesuatu mengganjal hatiku,
Itu memang pilihanmu,
Kukan menerimanya,
Ku ingin tali persahabatankita tak pernah putus,
Hanya karena masalah cinta,
Cinta kadang membuat perpecahan untuk kita,
Kuberharap itu tak berllaku untuk kita.
Jika ini kebahagiaanmu,
Teruskanlah,
Jikka bukan,
Akupun tak bisa menjamin apa-apa,
Yang ku bisa,
Hanya mendoakan kelancaran untukmu,
Kebahagiaan untukmu,
Dan semangat untukmu,
Keikhlasanku bersamamu,
Tak ada satu dendampun dihatiku,
Karena ku tau,
Kau pemilik hati, kau tau kemana harus mengarahkan hati.
tisu mana tisuuuuuuuuuuu,, dududududuw,,,,,,,,,,,,,,,
cerpen 2
Halloooooooooooooooo.. :D Ini cerpen aku pas SMP, aku aja yang baca ulang ngakak, gak jelas bet masa ceritanya, cobain deh tapi jangan sampe ketagihan yaa,, *lhoo? :p
Tanda Tangan
Rani dan Rei
“AYO
SEKARANG PENUHIN KARTON ITU DENGAN TANDA TANGAN SIAPA AJA DI AREA SEKOLAH INI
DAN CARI YANG TANDA TANGANNYA HAMPIR MIRIP SAMA KALIAN! GUNAIN KARTON YANG
KALIAN BAWA HARI INI! TAPI INGET HARUS JUJUR, NANTI SAYA CEK!” kata kaka OSIS
yang menjadi MC diacara MOS tahun ini yap, dia juga kakak kelas terpopuler di
sekolah ini, namanya Rei.
Rani adalah
salah satu korban MOS tahun ini, hari ini dia terlihat tampak manis dengan
kunciran 16 yang ada di kepalanya dan ditutupi topi bola yang dikenakannya,
bukan hanya itu, dia jadi tambah eksotis dengan kalung permen di lehernya, kaos
kaki beda warna yang sipakainya, Tas plastik di punggungnya, dan gelang tali
rapia yang digunakannya. Yeah gambaran masa-masa MOS yang sungguh menyenangkan
:D
Dalam hati
Rani, dia sudah tau akan diperlakukan lucu seperti ini, dadi mau tak mau dia
pun pasrah dan mengikuti intruksi sang MC yang barusan didengarnya. Anak-anak
yang lainpun berhamburan kemana-mana. Dengan langkah lesu Rani menghampiri
peserta MOS yang sedang asik melahap makanannya.
“minta tanda tangan dong!” Kata
Rani, dia belum mendapatkan teman sama sekali di sekolah ini. Karena sifat Rani
yang males berkenalan dengan orang baru, dia lebih senang diajak kenalan bukan
mengajak berkenalan. Setelah mendapat tanda tangan diapun mencari mangsa lain,
lagi, lagi, dan lagi.
*gambar karton*
Pencariannya tak kunjung membuahkan
hasil, tidak ada tanda tangan yang sama dengan tanda tangannya. Dia menggerutu
dalam hati dan mencaci maki kakak kelas Cowok yang memberinya tugas aneh ini,
REI. Karena mulai lelah Ranipun duduk di bangku yang ada koridor tang tampak
sepi, karena dia malas dimintai tanda tangan oleh teman-teman seperjuangannya.
Dia tau ini hanya akal-akalan kakak kelasnya saja hanya untuk menyenangkan
dirinyasendiri, karena Rani juga berfikir tidak mungkin mendapatkan tandatangan
yaang sama jadi Rani memilih duduk, dan bersantai melihat kartonnya yang mulai
penuh. Baru saja duduk banyak yang menghampirinya, karena malas dimintai tanda
tangan Ranipun langsung lari.
*brukk*
“Ehh,, jalan yang bener dong” kata Rani, masih dengan tergesa-gesa, dia tak tau
yang di tabraknya adalah Rei, orang yang dicaci makinya dari tadi. Ditambah
lagi sebetulnya dalam insiden ini Ranilah yang bersalah, dialah yang tak
sengaja menabrak Rei.
“ehh, nyolot
bet lo! Lo yang nabrak, lo yang marah-marah” kata Rei, dia memang termasuk
Cowok yang jutek, tapi ganteng manis dan cerdas. Banyak yang menyukainya, sudah
ku bilang dari awal dia memang banyak diidolakan para Cewek disekolah ini,
bahkan diluarpun juga.
“eeehhhh,
iya, maaf eee..” kata Rani, setelah menyadari orang yang di tabraknya adalah kakak
kelas yang akan memberikan malapetaka untuknya. Dia tampak berfikir mau
memanggil siapa yang ada didepannya “ka” lanjutnya. Karena tak dapat menemuukan
isentitas Rei, jadi Rani hanya bisa memanggilnya ‘ka’.
“yeeee!
Ngomong ka doang aja lama banget, nahh kebetulan, karena lo udah nabrak gw,
jadi gw kasih hukumaan” kata Rei, dengan senyum sinisnya. Rani mulai panik
menerkka-nerka hadiah apa yang akan didapannya. Raga yang ada disamping rei
langsung membisikkan sesuatu pada Rei. Ternyata kakak-kakak mentor yang lain
mulai berdatangan.
“besok bawa
coklat, bunga, sama surat cinta buat orang yang sama tanda tangannya sama lu,
kalo lu gak dapet tanda tangan yang sama, gw tambahin hukuman lu” kata Rei,
dengan senyum liciknya, sebenarnya Rei bukanlah orang yang suka mengerjai orang
seperti ini tapi setelah melihat Rani, dia jadi punya ide gila seperti ini, ya
walaupun idenya gak gila-gila amat si.
“wahh itumah
udah biasa Rei, suruh cium aja sekalian” kata Widya. Widya memang sangat suka
mengerjai orang bahkan pernah ada yang sampai nangis. Semuanya setuju itu
artinya, Rani mendapat hadiah baru.
“yah ka,
kalo misalnya sama satpam gimana?” tanya Rani polos. Entah dari mana kata-kata
itu muncul begitu saja. Tawa semua orang yang ada di sana meledak melihat kepolosan
Rani.
“cium juga
lah” kata Widya semua tertawa lagi. Ranipun pergi karena merasa dirinya semakin
menjadi bahan tawaan.
Sepenjang
jalan Rani terus menggerutu dan menyumpahi kaka-kaka yang telah mngejeknya tapi
terutama Rei. Beberapa menit kemudian Leo menghampirinya, dan meminta tanda
tangannya. Leo adalah teman barunya sekarang, awalnya Leo penasaran kenapa Rani
mendapatkan hukuman dari Rei, lalu Rani menceritakan semuanya. Lalu merekapun
memutuskan untuk mencari tanda tangan bersama.
Leo memutuskanuntuk meminta tanda tangan Rei, dengan alasan ‘siapa tau
tanda tangannya cocok ehh sama’. Rani hanya mengikutinya. Walaupun dia memiliki
dendam kesumat pada Rei. Sesampainya di
depan Rei, Rani dan Leo disuruh nyanyi, merekapun mengikuti apa yang disuruh Rei
karena sudah terlanjur berurusan dengan Rei. Reipun menandatangani kertas
karton yang dibawa Leo.
“ehh Ran,
mampus lo, wkwk tanda tangan kalian sama wkwk” kata Leo berbisik.
“ehh kaa,
punya saya gak usah, makasih ka” kata Rani, setelah menyadari apa yang
dibisikkan Leo ternyata benar.
Rei curiga
dengan tingkah Rani dan Leo, dan karena dia memang cerdas, tanpa menunggu lama
dia bisa menebak apa yang dibisikkan Rani dan Leo, lalu mengambil paksa karton
Rani, dan menandatanganinya dengan senyum sinisnya.
Setelah
mendapat tandattangan yang samasekali tidak diinginkannya, Ranipun mengajak Leo
pergi.
Akhirnya
tiba saatnya pengumpulan tanda tangan, semua siswa yang mengikuti MOS berkumpul
di lapangan. Singkat cerita Rani menutupi karton tanda tangan Rei, niatnya
memang menutupi tanda tangan Rei tapi kenyataannya yang dia tutupi tanda tangan
Leo. :D. Setelah tidak ditemukannya tanda tangan yang sama selama hampir satu
jam, kaka cantik Widya mendekati Ranai dan mengetahui semuanya.
“ahahahhahahaha
wkwkwk bawa coklat, bunga, sama surat cinta besok!” kata Widya. Lalu setelah
mendapat mangsa kaka Osispun membubarkan semua anggota MOS.
Hari esoknyapun datang, dengan terus
memaki Rei dalam hatinya. Dia membawa semua yang diperintahkan kaka kelasnya.
“akhirnya orang
yang kita tunggu dateng jugaaaa” kata Widya. Ranipun disuruh maju kebetulan
Rani telat karena dia memang bangun kesiangan hari ini.
“mana
kartonnya?” tanya Widya pada salah satu temannya, dan mengumumkan bahwa tanda
tangan Rei dan Rani hampir mirip. Semua bersorak, sementara Rani terusterusan
mengutuk Rei. Akhirnya Rani disuruh memberikan coklat, bunga, dan surat
cintanya kepada Rei didepan semua
penghuni MOS.
“eehh
gombalin Rei pake bunganyaaa” kata kaka Osis yang lain. Karena ingin cepat
mengakhiri kejutan ini Ranipun mengikuti apa yang diperintah kaka Osisnya. Rey
hanya bisa tertawa melihat Rani.
“kaa,
sebenernya aku lebih suka ngasih kamu bunga palsu..” kata Rani.
“kenapa?
Kenapa bunga palsu? Kerenan bunga asli” kata Rei. Tiba-tiba jantung Rani
berdegup kencang saat menatap mata Rei.
“Duh, ehh
itu,, eee,,, karena bunga palsu itu gak akan pernah mati, sama kaya cinta aku
ke kaka” kata Rani.... :D
Semua bersorak, tertawa, sedangkan Rani mulai berhenti
mencaci maki Rei. Ntah mengapa tubuhnya mulai gemeteran dan hatinya dagdigdug
tak karuan, dia memalingkan wajahnya dari Rei lalu tersenyum.
“eehh Udah
ah, kasian dianya” kata Rei,
“ohh
yaudah,, ehh tapi tunggu perjanjian kemaren yang terakhir belom” kata widya
lagi.
“apa?” tanya
Rei dan Rani barengan. Sambil berfikir.
“enggak-enggak-enggak”
kata Rani dan Rei. Semua tertawa.
-Selesai-
Kamis, 16 Januari 2014
Aku
ITU AKU
Senyum ituuu,
Selalu mengembang dibibirku,
Melihat semua tingkahmu,
Memberi isyarat tuk terus maju,,
Rasa itu,
Selalu datang kala ku melihatmu,
Dari jauh pun begitu,
Itu kurasakan selalu,
Getaran itu,
Satang saat ku mendengar suaramu,
Mendengar derap langkahmu,
Melihat bayanganmu,
Cinta itu,
Ku mulai merasakannya,
Ntah dari kapan ku sadar,
Terlalu jauh terbawa arusnya,
Suka itu,
Datang lewat semua tingkahnya,
Menebariku senyum dimana-mana,
Memercikkan gembira di hati,
Duka itu,
Datang kala kau berada jauh disana,
Bersama seseorang yang kau sayangi,
Dan tak ada aku didalam hatiku,
Rinndu itu,
Datang datang saat sosokmu tak ditemukan oleh mataku,
Tak ada kiranya ku mendengar suaramu,
Tak juga bayang mu,
Gila itu,
Datang saat kau berada tepat didekatku,
Menggodaku,
Menyunggingkan senyummu itu,
Bodoh itu,
Saat ku terus ingin melihatmuu,
Mencari sara agar bisa melihatmu,
Dan lari saat kau menyadari keberadaaku,,
Sakit itu,
Menyayat hatiku,
Saat seseorang mengatakan kau miliknya,
Kau sedang berda bersamanya,,
Panas itu,
Ketika ku melihat tawamu dengannya,
Berjalan berdampingan dengannya,
Dan makan bersamanya,,
Panik itu,
Saat ku tau kau berada didekatku,
Saat seseorang menyebut namamu,
Saat aku harus melewatimu,
Detik itu,
Berlalu begitu cepat saat aku melihatmu,
Mencari hal tentangmu,
Menstalk twittermu,
Lemot itu,
Saat ku tak bisa berfikir jernih setelah bertemu denganmu,
Tak bisa menghitung 1-5,
Saat aku terus berbicara yang jelas-jelas tidak nyambung
sama-sekali,
Suara itu,
Kadang kelu saat kau melirikku,
Terus berbicara agar tak terlihat salah tingkah,
Berbiocara semua yang tak perlu,
Bahagia itu,
Saat kau menjabat tanganku,
Saat kau menyanyikan happy birthday untukku,
Kau turut ikut dalam kejutan itu,
Hujan itu,
Seakan tau betapa aku bahagia saat itu,
Mengiringi setiap tulisanku,
Mengiringi setiap doaku,
Berfikir itu,
Saat ku tau hasil raportmu yang sama denganku,
Terlintas dibenakku cita-citamu,
Dan aku ingin selalu mendoakanmu,
Mata itu,
Terus menditeksi keberadaanmu,
Tak berani menatapmu,
Mengalihkan pandangan saat ku melihatmu,
Sedih itu,
Saat kau mulai patah semangat,
Saat ku tak berani memberimu semangat seperti diamu itu,
Saat ku tau kau mulai bersemangat dan itu bukan karena aku,
Berharap itu,
Mendoakanmu untuk jadi yang terbaik,
Merasakan apa yang aku rasakan,
Menjadi kekasih halalku itupun harapanku,
Langganan:
Komentar (Atom)
