Renungan
“Kuliah
dimana? Sudah semester berapa?”
“Kuliah
di ... (Univ. Swasta di Jakarta). Semester 5”
“Persemesternya
berapa?”
“8juta.”
“Wah mahal banget ya, belajar apa aja di kampus?”
“Wah mahal banget ya, belajar apa aja di kampus?”
“Ngggg..
(Tidak bisa menjawab)”
Pernahkah kalian mengalami hal
serupa? Kalau ya, apa yang kamu rasakan? Malu kah? Kalau malu, selanjutnya apa?
Mari kita renungkan, dengan
mengambil kasus diatas. Ia sudah berada di semester 5, berarti ia telah
mengeluarkan uang sejumlah Rp. 8.000.000 x 5 = Rp. 40.000.000. Wow! Angka yang
cukup fantastis bukan? Sebegitu banyaknya uang yang telah dikeluarkan tidak
membuat ia menjadi manusia pintar lantaran kita malas belajar. Yang penting
datang, duduk manis dikelas, mendengarkan penjelasan dosen tidak, bahkan parahnya
lagi mengerjakan tugas dengan membayar orang.
Astaghfirullah.
Sebagai mahasiswa seharusnya kita
harus lebih rajin belajar karena ilmu yang kita dapat akan kita pakai dihari
esok. Fikirkanlah berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk membiayai mu.
Kalaupun kau seorang anak orang kaya, namun siapa yang berani menjamin kau akan
terus kaya?
Belajar itu tak ada batasan. Bahkan
kita telah di perintahkan melalui salah satu hadis shahih mengenai menuntut
ilmu bagi seorang muslim adalah wajib dan bahkan ada perintah mengenai
menuntuty ilmu dari buaian sampai keliang lahat. Dari contoh dua hadis shahih
tersebut dapatlah kita ketahui bahwa ilmu pengetahuan itu sangat penting. Bisa
dikatakan bahwa lentera kehidupan adalah ilmu pengetahuan.
Cobalah sekarang tanyakan pada diri
kita apa yang kita mau. Jangan sampai lelahmu pergi ke kampus tidak membuahkan
hasil apa-apa. karena sayang sekali kalau kau yang bisa kuliah dengan mudah
masih suka menyia-nyiakan kesempatan. Padahal diluaran sana masih banyak orang-orang
yang berangan-angan ingin kuliah namun tidak terlaksana karena keterbatasan.
Marilah. Kita cukup kenang apa yang
kita lakukan kemarin sebagai bahan renungan untuk kau lebih giat belajar lagi.
manfaatkan lah waktu yang kita miliki
untuk mencari ilmu. Carilah passion-mu.
Sungguh ketika kau sudah tau apa yang kau mau, kau akan lebih mudah dalam
belajar.
Tanyakanlah apa yang membuatmu malas
belajar. Kalauhanya karena dosenmu jarang masuk atau tidak jelas dalam
menerangkan cobalah cari materinya dari sumber-sumber lain, bisa dari internet,
buku dan temanmu yang ada di kelas lain. Kau mahasiswa. Bukan saatnya lagi kau
harus disuapi. Kau harus mulai belajar makan dengan tanganmu sendiri.
Kalau alasanmu malas belajar karena
kau merasa tak cocok dengan jurusan yang kau ambil, coba tanyakan pada dirimu
sendiri. Apa yang kau mau? Apakah yang kau geluti benar passion-mu atau tidak? Kalau tidak, segeralah cari apa yang kau
mau. Kalau kau bingung cobalah mula-mula kau tanya pada dirimu sendiri apa
cita-citamu. Kalau cita-citamu banyak cobalah analisis apakah kau bisa
melakukan itu, Contoh: Cita-citamu ingin menjadi guru, desainer dan pengusaha.
Cobalah kau tengok dirimu sendiri. Kalau perlu tulis dikertas, pada cita-citamu
menjadi seorang guru coba tengok apakah kau suka belajar dan mengajari orang
dsb, pada cita-citamu sebagai desainer coba tengok apakah kau punya keahlian
dalam menggambar atau memiliki selera desain yang bagus dsb dan pada
cita-citamu menjadi pengusaha tanyakan apakah kau suka berjualan, memiliki ide kreatif
dalam menciptakan produk dsb. Lalu selanjutnya kau bisa lihat sendiri dimana
kemampuanmu sesungguhnya.
Semoga dengan begitu kita tidak lagi
malas dalam belajar, tak ada alasan untuk malas. Karena malas merupakan cikal
bakal kebodohan. Dan semoga kita bisa terhindar dari sifat tidak terpuji
tersebut. Yuk, perbaiki diri jangan sampai kita menyesal dikemudian hari.