Dikoyak Malam
Ada yang murka di koyak malam
Saat bulan bertangger menggunakan kacamata
Sambil meminum kopi manis di udara
Gempa terjadi di dasar sana
Hingga rupa warna menjadi kelam.
Dahsyat.
Gemuruhnya meluluhlantakkan semua yang sudah tertata rapih
Tak ada satupun selamat dari goncangan
Yang merdeka hanya benci,
Bersama iri yang terus mengabdi
Di dasar sana semuanya kelimpungan
Mencari tempat sembunyi namun yang terjadi hanya diam
tertindih.
Angkasa mulai mengamuk
Meremukkan setiap rasa sayang, cinta dan bahagia
Menggantinya dengan kejam, dengan patah hati pengguncang
jiwa
Disetiap sudut sakit hati menarik pelatuk
Hingga semua orang kini sekarat setelah batuk-batuk.
Dor!
Dor-dor!
Dor-dor-dor!
Di dasar sana semua terkapar
Dengan wajah pucat pasi mereka terbakar
Racun cemburu penggandeng patah hati mulai mengakar
Semuanya mulai terjangkit wabah dendam melihat fotomu:
berdua dengannya dengan tangan saling melingkar.
Jakarta, 1 Juli 2017
Oleh: Upi1612
Tidak ada komentar:
Posting Komentar