Selasa, 08 Desember 2015

Puisi Pangeran Impianku

Pangeran Impianku


Bergelutku dengan resah

yang dibawa oleh sinar sang rembulan

menembus jauh kedasar lembah kemuliaan

membawamu ke alam cintaku wahai pengeran impianku

 

Batasan-batasan ruang dan waktu sudah  lama mangkir

hingga melonjaklah sebuah benih cinta di jiwa

menggelora bagai api yang menyala-nyala

terus memberontak laksana pasir dalam genggaman erat perwira


Sambutlah perahu cintaku dengan doamu

jabat dia dengan kelembutan hatimu

suguhi dia dengan jamuan senyummu

bujuk dia agar menjadikan hatimu pelabuhan terakhirnya

 

 Pangeran impianku,

Kutau kau mulai bosan mendengar harapan-harapanku untukmu

tapi kali ini rembulan mengajariku tuk ajukan satu permintaan padamu

takkan ku minta muluk-muluk permintaan kecilku

sangat sederhana kupastikan untukmu

karena cinta tak pernah mengajari ku tuk menuntut bukan?

jagalah hatimu

selalu untukku.


Pukul: 19:11

Jakarta, 08 Desember 2015

 


 

 

 

Sabtu, 05 Desember 2015

Puisi Rindu



Rindu

Rasanya baru kemarin
Saat kau menggodaku dalam hujan
Meronakan pipiku dengan senyuman
Kau suapi aku dengan harapan

Hai!
Kau sipemilik nama yang tak pernah absen dari buku diariku
Sipemilik nama yang selalu ku doakan dalam senyap
Sipemilik nama yang tak pernah bisa ku tinggalkan di rumah

Rindukah kau?
Pada atmosfer canggung saat kita bersama?
Bergelut dengan degupan jantung tak menentu
Menyatulah kami dengan deru nafas angin

Apa kabar sang pemilik gelar pangeranku dulu?
Sudah tersenyumkah dunia ini padamu?
Atau masih murung seperti yang kau keluhkan dulu?
Hidup kita aneh ya?

Harapanku untukmu tetap sama
Selalu,
Semoga genggaman tanganmu penuh
Penuh dengan pencapaian cita-cita.