Assalamu’alaikum..
Kali ini aku akan membahas mengenai pendapatku mengenai beberapa pendakwah muda di Indonesia. Nah, semoga bermanfaat dan selamat membaca:
Mengapa melulu Soal Nikah Muda dan Jodoh?
Di
Indonesia belakangan ini sedang viral masalah nikah muda. Bukannya salah ketika
ada seseorang yang ingin menjauhi kemaksiatan karena sudah tak tahan akan
kebutuhan biologisnya dengan cara menikah. Dengan menikah pasangan tersebut
akan terbebas dari dosa. Karena seperti yang kita tahu bahwa laki-laki dan
perempuan yang bukan mahrom akan berdosa jika mereka saling bersentuhan bahkan
ketika mereka saling bertatap muka dengan nafsu itu merupakan zina.
Pada
postingan kali ini, saya tidak akan membahas mengenai pernikahan karena jujur
selain tidak memiliki pengetahuan yang mendalam terkait hal tersebut dan belum
ada keinginan untuk mempelajarinya lebih dalam, saya pun belum pernah menikah. Saya
hanya akan mengemukakan apa yang saya rasakan sebagai orang awam melihat
fenomena pendakwah muda yang terus menerus membicarakan pernikahan dan jodoh sementara
sebetulnya tidak melulu soal itu yang perlu diketahui oleh khalayak ramai.
Belakangan
ini ntah siapa pelopor atau apa yang menyebabkan para pendakwah muda lebih
memilih membicarakan melulu soal pernikahan dan jodoh. Sekali lagi saya tidak
menyalahkan hal tersebut. Hanya saja saya sedikit terganggu akan beberapa
pertanyaan yang seringkali muncul dibenak saya ketika melihat si pendakwah muda
terus membahas mengenai hal tersebut.
Saya
sering kali bertanya kepada diri saya sendiri mengenai, “Apa sebenarnya motif
para pendakwah muda yang selalu membicarakan soal pernikahan dan jodoh?” apakah
jawaban dari pertanyaan saya tersebut hanyalah semata untuk menarik kaum
muslimin muda yang ada di Indonesia untuk dapat hadir dalam sebuah majelis ilmu
yang didatangi mereka tersebut? Karena berdasarkan riset yang saya lakukan
dengan melihat respon para kaum muslimin muda terutama akhwat, mereka begitu
yang senang dan antusias jika ada suatu acara yang membahas mengenai cinta
secara islami?
Kalau
motif para pendakwah muda hanya seperti yang dikatakan diatas, saya sangat
menyayangkan. Karena sebagai seseorang yang dangkal dan haus akan ilmu agama
sebetulnya bukan hanya masalah tersebut yang dibutuhkan. Mengapa tidak dipadukan
dengan pembahasan ilmu lain? Seperti tata cara sholat dan wudhu mungkin? Atau
bahkan ilmu fiqih?
Sederhananya
seperti ini,
Untuk
menarik jamaah bolehlah di dalam suatu acara atau seminar islami mendatangkan
ustadz/ustadzah yang sedang mengetren dikalangan muda muslim, dan untuk jauh
mendatangkan lebih banyak lagi audien dalam acara tersebut dimasukkan tema
cinta islami yang sedang digandrungi mereka pula namun cobalah datangkan juga ustadz
atau bahkan kiai yang ilmunya jauh lebih dalam sehingga bisa menjelaskan masalah-masalah ibadah secara benar sesuai ajaran Rasulullah. Setidaknya walaupun
ada kemungkinan audien akan bosan mendengarkan ceramah terkait hal tersebut,
sedikit banyak akan ada ilmu-ilmu baru yang akan merekat diingatan mereka.
Selain
itu, dalam akun media sosial pun seharusnya para pendakwah muda hendaknya melakukan
hal serupa, masukkan unsur-unsur informasi keagamaan lain yang tidak melulu
soal pernikahan, jodoh dan cinta. Jangan pernah takut akan followers-nya berkurang atau like-nya
sedikit karena dakwah tak sebecanda soal menginginkan like dan followers yang
banyak. Dan sedikit pesan dari saya, Ilmu agama itu berbeda dengan ilmu umum.
Ilmu umum dapat dipelajari lewat buku dan internet, sedangkan ilmu agama harus
ada gurunya, karena salah satu guru saya di pesantren pernah menjelaskan bahwa
ilmu agama yang kita peroleh akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak, siapa
gurunya, dari Rasulullah kah ilmu tersebut, dsb. Jadi, jangan pernah
mengajarkan ilmu agama hanya sekedar perkiraan benar dan salahmu saja ya, harus
jelas dalil dan lain sebagainyanya. Oke. Selamat berdakwah! Lanjutkan apa-apa
yang sudah baik dan perbaiki apa-apa yang kurang baik.
Apa yang dikatakan diatas murni pemikiran saya jadi kalau
ada kekurangan mohon dibetulkan karena saya masih sama-sama belajar. Mohon kritikannya ya.
J
Wassalamu’alaikum..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar