Sabtu, 08 Juli 2017

Opini 1 - Mengapa melulu Soal Nikah Muda dan Jodoh?

Assalamu’alaikum..
Kali ini aku akan membahas mengenai pendapatku mengenai beberapa pendakwah muda di Indonesia. Nah, semoga bermanfaat dan selamat membaca:

Mengapa melulu Soal Nikah Muda dan Jodoh?

Di Indonesia belakangan ini sedang viral masalah nikah muda. Bukannya salah ketika ada seseorang yang ingin menjauhi kemaksiatan karena sudah tak tahan akan kebutuhan biologisnya dengan cara menikah. Dengan menikah pasangan tersebut akan terbebas dari dosa. Karena seperti yang kita tahu bahwa laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom akan berdosa jika mereka saling bersentuhan bahkan ketika mereka saling bertatap muka dengan nafsu itu merupakan zina.

Pada postingan kali ini, saya tidak akan membahas mengenai pernikahan karena jujur selain tidak memiliki pengetahuan yang mendalam terkait hal tersebut dan belum ada keinginan untuk mempelajarinya lebih dalam, saya pun belum pernah menikah. Saya hanya akan mengemukakan apa yang saya rasakan sebagai orang awam melihat fenomena pendakwah muda yang terus menerus membicarakan pernikahan dan jodoh sementara sebetulnya tidak melulu soal itu yang perlu diketahui oleh khalayak ramai.

Belakangan ini ntah siapa pelopor atau apa yang menyebabkan para pendakwah muda lebih memilih membicarakan melulu soal pernikahan dan jodoh. Sekali lagi saya tidak menyalahkan hal tersebut. Hanya saja saya sedikit terganggu akan beberapa pertanyaan yang seringkali muncul dibenak saya ketika melihat si pendakwah muda terus membahas mengenai hal tersebut.

Saya sering kali bertanya kepada diri saya sendiri mengenai, “Apa sebenarnya motif para pendakwah muda yang selalu membicarakan soal pernikahan dan jodoh?” apakah jawaban dari pertanyaan saya tersebut hanyalah semata untuk menarik kaum muslimin muda yang ada di Indonesia untuk dapat hadir dalam sebuah majelis ilmu yang didatangi mereka tersebut? Karena berdasarkan riset yang saya lakukan dengan melihat respon para kaum muslimin muda terutama akhwat, mereka begitu yang senang dan antusias jika ada suatu acara yang membahas mengenai cinta secara islami?

Kalau motif para pendakwah muda hanya seperti yang dikatakan diatas, saya sangat menyayangkan. Karena sebagai seseorang yang dangkal dan haus akan ilmu agama sebetulnya bukan hanya masalah tersebut yang dibutuhkan. Mengapa tidak dipadukan dengan pembahasan ilmu lain? Seperti tata cara sholat dan wudhu mungkin? Atau bahkan ilmu fiqih?

Sederhananya seperti ini,
Untuk menarik jamaah bolehlah di dalam suatu acara atau seminar islami mendatangkan ustadz/ustadzah yang sedang mengetren dikalangan muda muslim, dan untuk jauh mendatangkan lebih banyak lagi audien dalam acara tersebut dimasukkan tema cinta islami yang sedang digandrungi mereka pula namun cobalah datangkan juga ustadz atau bahkan kiai yang ilmunya jauh lebih dalam sehingga bisa menjelaskan masalah-masalah ibadah secara benar sesuai ajaran Rasulullah. Setidaknya walaupun ada kemungkinan audien akan bosan mendengarkan ceramah terkait hal tersebut, sedikit banyak akan ada ilmu-ilmu baru yang akan merekat diingatan mereka.

Selain itu, dalam akun media sosial pun seharusnya para pendakwah muda hendaknya melakukan hal serupa, masukkan unsur-unsur informasi keagamaan lain yang tidak melulu soal pernikahan, jodoh dan cinta. Jangan pernah takut akan followers-nya berkurang atau like-nya sedikit karena dakwah tak sebecanda soal menginginkan like dan followers yang banyak. Dan sedikit pesan dari saya, Ilmu agama itu berbeda dengan ilmu umum. Ilmu umum dapat dipelajari lewat buku dan internet, sedangkan ilmu agama harus ada gurunya, karena salah satu guru saya di pesantren pernah menjelaskan bahwa ilmu agama yang kita peroleh akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak, siapa gurunya, dari Rasulullah kah ilmu tersebut, dsb. Jadi, jangan pernah mengajarkan ilmu agama hanya sekedar perkiraan benar dan salahmu saja ya, harus jelas dalil dan lain sebagainyanya. Oke. Selamat berdakwah! Lanjutkan apa-apa yang sudah baik dan perbaiki apa-apa yang kurang baik.

Apa yang dikatakan diatas murni pemikiran saya jadi kalau ada kekurangan mohon dibetulkan karena saya masih sama-sama belajar. Mohon kritikannya ya. J

Wassalamu’alaikum..

Tidak ada komentar: