haiiiiiiiiiii :D
apa yang kamu terlintas dibenak kamu saat mendengar kata Desember? sebuah bulan yang menandakan perpisahan? Tidaaaaaaaaaaaaaakk.... :D ini bulan penuh kebahagiaan :D
Januari ke desember membutuhkan waktu yang lama tapi Desember ke Januari? hanya sekejap kawan.. ini keistimewaan desember.. ehehehe kok aku gak jelas sih wkwkwk
aku lahir dibulan tercantik sedunia, yeah Desember! tau dak aku kan abis ulang taun,, yah gak tau yah? wkwk yaudah salah sendiri gak tau..
ada keistimmewaan tersendiri dihari senin, 16 Desember 2013 yang gak pernah aku temuin ditaun-taun sebelumnyaaa...
ada apaaaa? kepo yaaaaaaaaaaaaaa? yaaaa,, aku bingung mau ceritanya, yang penting kamu tauu hari itu aku seneng bangettttttttttttttttttttttttttt!
rasanya itu kayaaaaaaa,, dunia semuanya nyengir sama kamu, dan semua orang bahasiain kamuuu,, semua kebahagiaan lagi berpihak sama kamu... cieeee,,, eehh tapikan yang bahagia aku :p
belom siap cerita wkwkwkkwk,,, whh Upi punya gambar dari Nandya, temen Upi... nih,, :D
lha? kok gak nyambung ya ama pembahasan kita kali ini? ehehehe yaudah yaa,, wkwkwk udahan ahhh,,, bubaran-bubaran,,, :D intinya Upi seneng bangetttttt pas hari itu... :p
makasihh kaka-kaka family happy, SYANSYUPI, dan kaka-kaka yang udah terlibat ehehehe ama temen-temen juga yang ikutan, ehehe Upi sayang kalian.. :D beneran Sayang banget ama kalian.... aduh jadi sedih kalo inget kejutan kemaren, sedihnya kapan lagi dikerjain begitukan wkwkwk dibuat gemeteran, salting, panik ehehe histeris udah kaya nonton konser wkwk
Makasiih, kaka yang ganteng, kaka yang cantik, wkwk iya dah, gitu ajaaa,,, dadaaaaaaaaaaaaahhhhh,,,, :D fotonya kapan-kapan aje yaaaaaa,,,,, :D
"jadi maksud judulnya?"
"au, Upi aja bingung yg nulis wkwk"
"eeetttt dasar"
":p"
Kamis, 19 Desember 2013
Senin, 02 Desember 2013
cerpen 1
Aku gak tau kapan aku mulainya, tapi cerpen ini ketulis
begitu ajaaaaa,,, :D cerpen, cerpen, cerpen.
“Jangan
terlalu”
Namaku Farha yeah namaku cepat
jelas dan padat. Aku masih berusia 15 tahun, masih remaja, remaja yang mulai
mengenal apa itu suka, bahkan cinta. Dan kau tau seorang yang mampu membuatku
jatuh cinta adalah kakak kelasku, namanya Hendri. Dia sangat tampan, dan
memiliki senyum yang selalu membuatku semangat.
Ntah dari mana ku mulai
menyukainya, semuanya terlalu cepat hingga aku tak mengerti mengapa aku bisa
menyukainya. Dia sangat populer di sekolahku. Sedangkan aku, aku biasa-biasa
saja.
Hari ini hari senin, seperti biasa
aku melaksanakan Upacara seperti biasanya, dan tentunya, aku mengambil barisan
paling depan agar dapat melihatnya, ya walaupun dia tak pernah melirikku, tapi
aku senang karena aku masih bisa melihatnya, kadang aku merasa harus
berterimakasih pada sekolah ini karena telah memperkenalkan aku padanya.
“wooooo,, Upi di depan gara-gara
kak itu yaaaa” goda Upi temanku,
“Enggak kok, enggak, kalo di
belakang kan gak ada pemandangan, gak bisa dengerin guru ceramah juga” kataku
ngeles.
Ntah karena apa semua orang disini
tahu akan perasaanku ini, ini adalah misteri besar yang harus diteliti oleh tim
peneliti di Eropa sana. Aku jamin mereka
tidak akan menemukan jawabannya, karena sang pemilik perasaannya saja tak bisa
menjawabnya.
Hari-hari berikutnya, aku
membiarkan perasaanku semakin berbunga-bunga, semakin penasaran dengannya,
semakin semakin dan semakin. Aku mulai bingung mengingat aku tidak pernah
menyukai seseorang sampai selama ini. Paling lama hanya berkisaran kurang dari
satu minggu. Mungkin ini yang namanya cinta, aku mulai menikmati perasaanku
ini.
Setiap hari aku selalu semangat
untuk masuk sekolah, karena dengan berada di sekolah itu berarti aku bisa
melihatnya.
“Far, jangan terlalu suka sama dia,
katanya orang yang kita suka bisa buat kita benci.. nah loooo,,,, ntar dia
punya pacar aja dah, nyesek wkwkwk” kata Duwi.
“eettt enggaklah, gak bakalan,,
wkwk dia ganteng bet wi soalnyaaa” kataku membayangkan mukanya.
“ganteng dari mananya si? Biasa aja
deh kayaknya, itumah gara-gara elunya aja yang lebay. Emang dia belom punya
pacar?” kata Duwi lagi.
“enggak tau, ehehe gak tau, dan gak
mau tau” kataku.
Duwi adalah sahabatku, dia sering
ingetin aku, jangan terlalu menyukainya alasannya karena dia tak mau melihat
aku galau hanya gara-gara dia nantinya. Beberapa hari kemudian aku mendapatkan
nomornya, awalnya HPku hanya dibajak oleh teman-temanku yang penyakit isengnya
sedang kambuh. Awalnya aku sangat malu, apalagi saat melihat orangnya langsung,
tapi lama-lama tak terasa aku sering mengganggunya dengan mengiriminya SMS yang
kadang-kadang gak nyambung, karena aku mendadak lola jika berhubungan
dengannya.
Lama-lama aku menyadari bahwa dia
mengetahui aku sering salting jika bertemu dengannya. Itu aku tau dari SMSnya
langsung.
“Lu jangan SMS mulu, inget lu cewe”
kata Evi.
Setelah mendengar kata-kata Evi, aku mulai sadar aku lupa
diri, yeah inilah letak kecerobahanku. Jadi aku tak berani SMS dia lagi. Tapi
pada suatu siang, sekitar jam 2, saat hujan, aku benar-benar tak tahan, aku
ingin mengirimkan SMS untuknya. Tangankupun dengan latahnya mengetik SMS dan
tak sengaja mengirimnya.
Kakaaaa,
masih di sekolah?
Masih
Kini aku
baru menyadari dia semakin menjauhiku, entah karena dia ilfeel ataupun 1001
alasan lainnya, aku mulai bertekad untuk tak kan mengiriminya pesan lagi. Mungkin ini adalah balasan paling menyakitkan
yang pernah aku dapatkan dari semua orang yang pernah aku hubungi. O iya
sebelum mengirim pesan tadi, aku memang sudah merasakan dia mulai menjauh
dariku, dan tadinya sms itu aku ketik agar biasa memperbaiki hubungan aku dan
dia yang belum sah dipanggil kami.
Hari ini
semua teman-temanku membawa laptop/notebook yang mereka punya untuk
pelajaran Produktif. Akupun begitu, ini sangat menuntungkan aku, bahkan semua
anak-anak di kelasku yang membawa laptop, karena kita dapat WIFI gratis. Nah,
seperti biasanya aku memanfaatkan kegratisan ini, aku membuka socmed yang aku
punya, dan tak sengaja melihat sebuah akun perempuan yang memakai fotoprofil berdua
dengan,, *you knowlah* yeah, dunia kali ini seakan berhenti, hatiku bagai
diporakporandakan.
Sekarang aku tau apa yang
dinasihatkan teman-temanku, aku mulai berfikir bahwa aku benar-benar lola
karena tak menyadarinya dari dulu. Aku langsung menutup socmed yang sedang aku
buka dan mematikan laptopku.
Kemarin aku mengolok-olok temanku
yang sedang patah hati, mungkin ini karma kelolaanku yang telah mengolok
temanku itu, yaa walaupun bercanka. Sekarang aku benar-benar merasakan apa yang
dirasakannya. Ternyata lebih sakit dari pada apa yang dikatakan semoa novel
yang pernah aku baca. Ternyata galau itu benar-benar ada.
Mencintai adalah hak semua orang,
dan boleh saja bahkan wajar, tapi jika kamu mencintai seseorang dengan
berlebihan, itu yang salah. Sesuatu yang berlebihan itu tak baik. Seperti
ceritaku tadi, aku terlalu menggantungkan harapan yang mungkin lebih tinggi
dari langit padanya, tapi nyatanya? Apa yang aku dapatkan? Hanya sakit hati.
Dan kamu harus tau rasanya itu lebih dari miris.
“Cintailah
kekasihmu sekedar saja, karena orang yang benar-benar kau cinta bisa menjadi
orang yang benar-benar kau benci”
Langganan:
Komentar (Atom)
