Cinta
Kegelisahan kini menyelimuti jiwa
Ditambah asa yang kian menipis
Diberi toping ketakutan diatasnya
Dan, cukuplah tuk mengundang tangis
Derap langkahmu, membuatku terpojok
Telinga disumpal, namun masih terdengar
Aku berlari, menhempaskan tubuh di balik tembok
menjorok
Mata ditutup, namun kau semakin terlihat liar
Jiwaku mulai berlarian,
Hatiku dipenuhi teriakkan,
Jantungku berdetak tak karuan,
Hanya, ragaku meluruh diam tertekan.
Aku hanya bisa mengerjapkan mata sebentar lalu
berkata:
Pergilah tuan, kenapa hanya aku yang kau datangi?
Bukankah itu tidak adil? Keadilan macam apa yang kau pegang sehingga kau datang
hanya kepadaku saja? Bukankah cinta yang sempurna datang dari dua arah? Kalau
hanya satu arah itu hanya menyiksa saja, pergilah. Jangan datang padaku. Datang
saja padanya. Semoga kau bahagia, dengannya.
Jakarta, Juni 2017
Oleh: Upi1612
Tidak ada komentar:
Posting Komentar