Kepadamu Aku Memohon..
Bu,
Dalam langkahku aku
mengaku
Salahku mengurung
senyummu
Nakalku mengundang
didih darahhmu
Tapi percayalah bu,
Aku masih putrimu
Kebanggaanku adalah
saat engkau tersenyum padaku
Kesedihanku adalah
saat engkau hanya datar menatapku
Kepergianku adalah
saat engkau hanya sekilas melirikku
Bu,
Tak adakah maaf untuk
anak gadismu?
Setitik nila yang ku
tumpahkan pada hatimu
Tak bisakah ku kuras
agar bisa mengebalikan kesucian hatimu
Tak bisakah maafku
bertengger dengan syahdu?
Aku tak kuasa lagi
bu,
Hati ini terlanjur
menyakitimu
Itu adalah pukulan
untukku ambil jalan buntu
Kalau diammu adalah
penawar terbaik untuk dukamu
Aku tak kuasa bu,
Egoku sama sepertimu,
Aku hanya ingin kau
tersenyum
Memaafkan aku dengan
setulus hatimu
Sebab, aku ragu
Aku tak akan kuasa
menahan tangisku setiap ku melihatmu
Secercah asaku sudah
mulai genting melihat raut wajahmu sendu
Tolong jangan diamkan
aku.
Bu,
Jika boleh memilih
hukumanku
Cambuk saja aku bu,
Jangan lewat
fikiranku, jiwaku, hatiku
Cukuplah ragaku bu
Rasanya aku ingin
mengakhiri hidupku bu,
Kalau beberapa hari
kedepan kau masih tak sudi melihatku
Tolong maafkan aku bu
Maafkan aku yang
selalu menyakitimu
Tak bisa dibanggakan
layaknya yang biasa kau elu
Aku tak kuasa lagi
bu,
Tolong jangan siksa
bathinku
Aku merindukan
senyummu.
Maafkan diriku bu
Maafkan aku yang tak tau diri bu
Maafkan aku
Maafkan..
Bu, dalam diammu
Yang kufikirkan hanya satu
Hingga rasanya kini telah hilang akalku
Aku ingin membujur kaku
Dipangkuanmu.