Sabtu, 23 September 2017

Si Kecap

Si Kecap.


Mataku tak bisa berhenti mengerjap,
Ketika seekor kupu-kupu menarikan tarian harap,
Tak lama berselang, ntah mengapa kakiku mulai tak lagi mantap mendengar derap,
Jantungku mulai abnormal berdetak hampir menembus kedap.

Lazuardi berkunjung keruang tamuku nan pengap,
Dari tangannya, ia sodorkan makanan berlumuran kecap,
Air liurku hampir saja disudut bibirku hinggap,
Bila saja wanitanya tak masuk menyelinap,
Berada dibelakangnya bagai sayap,
Membuat rumahku penuh hujan, petir dan gelap,
Lalu buru-buru ku cairkan senyap,
Ku katakan: ada yang salah dengan lidahku dalam mencecap,
Jadi, aku harus pergi menemui dokter sebelum gelap.

Jakarta, September 2017