Rancu
Selembut belaian malam
Dia membelaiku
Lewat sebuah puisi bernadakan cinta
Bermelodykan kenangan rajutannya
Mengenang keajaiban kata cinta
Memberi kesejukan dengan kata rindu
Mengusapku dengan sayang
Penuh perhatian
Bergelutlah wahai kasihku
Jadikan alam ini saksi kesaktian cinta kita
Jangan biarkan sebuah revolusi mengacaukan segalanya
Menyentuh sedikitpun jangan
Kesejukan malam yang memabukkan
Membuatku tenggelam dalam satu ikatan
Bisakah ini semua terrealisakikan?
Atau ini hanya bayangan?
Jakarta, 26 Oktober 2015
Pukul 22.00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar