Pengamen Muda
Pengamen muda
Dengan tato-tato di tubuhnya
Menaiki sebuah kopaja
Tanpa memperdulikan bau badannya
Bekal tangan hampa
Tak diperdulikannya
Suara sumbang memekakkan telinga
Tidak pernah juga dipedulikannya
Gertakan-gertakan kami disuguhinnya
Dengan lagu yang itu-itu saja
Menganggap penumpang lebih kaya
Tanpa mau melihat isi dompetnya
Mantap pula langkahnya
Dengan celana robek dimana-mana
Berdiri gagah bak prawira
Tak pernah terlintas dibenaknya
Tatapan kami nestapa
Sungguh! Apa yang dipedulikannya?
Yang diperdulikannya hanyalah
Calon uang yang akan masuk ke kantongnya saja.
Jakarta, 27 Oktober 2015
Pukul 16:49
Tidak ada komentar:
Posting Komentar