Pagi dan Malam
Pagi melintas dikepalaku
Berjejak alarm tuk dapat di pandu
Dia tersenyum dengan senyuman kaku
Ada yang tak beres dalam senyumnya, palsu.
Pagi menyambar bagai petir
Membawa ketakutan hingga seluruh tubuh getir
Jauh dalam sana hatiku berdesir
Memikirkan sallah ucapku padamu semalam membuatku khawatir.
Pagi datang dengan sepucuk surat
Digenggamannya ada ejekan dari malam yang biasanya hangat
Namun begitu anehnya selamam menjadi tipu muslihat
Dalam bekukan pagi, dalam suratnya ku mengumpat.
Entah pagi atau malam yang membenciku tanpa andeng-andeng
Ancer-acnerpun jauh dari dipan gendang
Sorot matanya menyatatku tanpa sempat disiapkan benteng
Dan kini kesalah fahamanterjadi membuatpengang
Duh. Ku ingin tenggelam saja di dasar bumi
Agar ttak kulihat senyum palsu pagi
Agar tak kuterkecoh muslihat malam tadi
Agar ku benahi hatiku yang kunjung bisa menyikapi.
Kepadamu: ku tak pernah bermaksud apapun
Bahkan rasa memikili tak pernah ku diami sekalipun
Ku tak mau ikatan
harus membayar secuilpun
Biarlah seperti
biasanya kita jumpa dengan tak pernah kenal satu kata sapaanpun
Maaf kalau kautersiksa
Maaf kata-kataku membuat hatimu binasa
Semalam hanya disana,
padamu, ada asa
Dan pagi ternyata sekongkol dengan malam menampilkan hal
luar biasa.
Jakarta, 02 November 2017
Jakarta, 02 November 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar