Malam
Dibawah temaram lampu bulan
Aku menengadah
Menikmati desir angin sebari menunggu nasi goreng pesanananku
Dengan ukuran kepedasan sedang sepertu biasa.
Tiba-tiba sesuatu menusuk
Hambar.
Perasaan asing kini menyebar
Merasuki nasi goreng yang kini sudah berpindah tangan
Langkahku sempoyongan berdalih ingin pulang
Dan malam kembali kelam.
Bersama perasaannya yang kini hilang.
Kamu.
Jakarta, 25 Desember 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar