Laksana Senja
Karya Upi Siti Parhatun
Hai,
Kau yang hingga kini masih sama di mataku,
Yeah, mataku masih sama setiap melihatmu,
Masih sama dengan efek paling mewah secara spontan,
Dan taukah kau?
Seluet jingga yang menjadi favoritku bahkan tak bisa menandingimu,
Terbayang?
Hampir bisa kupastikan tidak,
Karena matamu itu tertutup,
Ada kabut tebal disana yang tak pernah bisa ku singkirkan,
Terlebih, kau juga tak mau menyingkirkannya,
Bahkan kau malah merawatnya,
Dengan pupuk canggih hingga terus subur.
Hei kamu!
Iya kamu!
Kau tau senja?
Indah bukan?
Coba perhatikan baik-baik,
Ketika kau mengamatinya apa yang terlintas dibenakmu?
Bagiku,
Senja itu seperti kamu,
Kamu yang memancarkan keindahan dan kemiateriusan diwaktu yang bersamaan,
KLISE memang namun itulah kenyataannya,
Kamu tak ubahnya senja yang singkat,
Kamu bisa terlihat namun tak bisa jangkau,
Hadirmu bisa kurasakan namun tak bisa ku sentuh,
Seluetmu penuh dengan keindahan namun bukan hanya aku yang cinta akan senja.
Ntah kau yang meniru senja atau senja yang menirumu aku tak tau,
Namun satu fakta yang tak terbantahkan mengenai senja,
Aku memang mengaguminya namun sampai negara api menyerangpun dia tidak akan balik mengagumiku,
Aku memang menyukainya namun sampai ninja hatori mengalahkan kera saktipun dia tidak akan balik menyukaiku,
Aku memang mencintainya namun sampai avatar menjadi hokagepun dia tidak akan mencintaiku,
Sudalah.
Cukup.
AKU HANYA SEDANG BERGURAU.
ABAIKAN SAJA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar