Jumat, 17 Januari 2014

cerpen 2



Halloooooooooooooooo.. :D Ini cerpen aku pas SMP, aku aja yang baca ulang ngakak, gak jelas bet masa ceritanya, cobain deh tapi jangan sampe ketagihan yaa,, *lhoo? :p



Tanda Tangan Rani dan Rei

            “AYO SEKARANG PENUHIN KARTON ITU DENGAN TANDA TANGAN SIAPA AJA DI AREA SEKOLAH INI DAN CARI YANG TANDA TANGANNYA HAMPIR MIRIP SAMA KALIAN! GUNAIN KARTON YANG KALIAN BAWA HARI INI! TAPI INGET HARUS JUJUR, NANTI SAYA CEK!” kata kaka OSIS yang menjadi MC diacara MOS tahun ini yap, dia juga kakak kelas terpopuler di sekolah ini, namanya Rei.
            Rani adalah salah satu korban MOS tahun ini, hari ini dia terlihat tampak manis dengan kunciran 16 yang ada di kepalanya dan ditutupi topi bola yang dikenakannya, bukan hanya itu, dia jadi tambah eksotis dengan kalung permen di lehernya, kaos kaki beda warna yang sipakainya, Tas plastik di punggungnya, dan gelang tali rapia yang digunakannya. Yeah gambaran masa-masa MOS yang sungguh menyenangkan :D
            Dalam hati Rani, dia sudah tau akan diperlakukan lucu seperti ini, dadi mau tak mau dia pun pasrah dan mengikuti intruksi sang MC yang barusan didengarnya. Anak-anak yang lainpun berhamburan kemana-mana. Dengan langkah lesu Rani menghampiri peserta MOS yang sedang asik melahap makanannya.
“minta tanda tangan dong!” Kata Rani, dia belum mendapatkan teman sama sekali di sekolah ini. Karena sifat Rani yang males berkenalan dengan orang baru, dia lebih senang diajak kenalan bukan mengajak berkenalan. Setelah mendapat tanda tangan diapun mencari mangsa lain, lagi, lagi, dan lagi.

*gambar karton*

Pencariannya tak kunjung membuahkan hasil, tidak ada tanda tangan yang sama dengan tanda tangannya. Dia menggerutu dalam hati dan mencaci maki kakak kelas Cowok yang memberinya tugas aneh ini, REI. Karena mulai lelah Ranipun duduk di bangku yang ada koridor tang tampak sepi, karena dia malas dimintai tanda tangan oleh teman-teman seperjuangannya. Dia tau ini hanya akal-akalan kakak kelasnya saja hanya untuk menyenangkan dirinyasendiri, karena Rani juga berfikir tidak mungkin mendapatkan tandatangan yaang sama jadi Rani memilih duduk, dan bersantai melihat kartonnya yang mulai penuh. Baru saja duduk banyak yang menghampirinya, karena malas dimintai tanda tangan Ranipun langsung lari.
            *brukk* “Ehh,, jalan yang bener dong” kata Rani, masih dengan tergesa-gesa, dia tak tau yang di tabraknya adalah Rei, orang yang dicaci makinya dari tadi. Ditambah lagi sebetulnya dalam insiden ini Ranilah yang bersalah, dialah yang tak sengaja menabrak Rei.
            “ehh, nyolot bet lo! Lo yang nabrak, lo yang marah-marah” kata Rei, dia memang termasuk Cowok yang jutek, tapi ganteng manis dan cerdas. Banyak yang menyukainya, sudah ku bilang dari awal dia memang banyak diidolakan para Cewek disekolah ini, bahkan diluarpun juga.
            “eeehhhh, iya, maaf eee..” kata Rani, setelah menyadari orang yang di tabraknya adalah kakak kelas yang akan memberikan malapetaka untuknya. Dia tampak berfikir mau memanggil siapa yang ada didepannya “ka” lanjutnya. Karena tak dapat menemuukan isentitas Rei, jadi Rani hanya bisa memanggilnya ‘ka’.
            “yeeee! Ngomong ka doang aja lama banget, nahh kebetulan, karena lo udah nabrak gw, jadi gw kasih hukumaan” kata Rei, dengan senyum sinisnya. Rani mulai panik menerkka-nerka hadiah apa yang akan didapannya. Raga yang ada disamping rei langsung membisikkan sesuatu pada Rei. Ternyata kakak-kakak mentor yang lain mulai berdatangan.
            “besok bawa coklat, bunga, sama surat cinta buat orang yang sama tanda tangannya sama lu, kalo lu gak dapet tanda tangan yang sama, gw tambahin hukuman lu” kata Rei, dengan senyum liciknya, sebenarnya Rei bukanlah orang yang suka mengerjai orang seperti ini tapi setelah melihat Rani, dia jadi punya ide gila seperti ini, ya walaupun idenya gak gila-gila amat si.
            “wahh itumah udah biasa Rei, suruh cium aja sekalian” kata Widya. Widya memang sangat suka mengerjai orang bahkan pernah ada yang sampai nangis. Semuanya setuju itu artinya, Rani mendapat hadiah baru.
            “yah ka, kalo misalnya sama satpam gimana?” tanya Rani polos. Entah dari mana kata-kata itu muncul begitu saja. Tawa semua orang yang ada di sana meledak melihat kepolosan Rani.
            “cium juga lah” kata Widya semua tertawa lagi. Ranipun pergi karena merasa dirinya semakin menjadi bahan tawaan.
            Sepenjang jalan Rani terus menggerutu dan menyumpahi kaka-kaka yang telah mngejeknya tapi terutama Rei. Beberapa menit kemudian Leo menghampirinya, dan meminta tanda tangannya. Leo adalah teman barunya sekarang, awalnya Leo penasaran kenapa Rani mendapatkan hukuman dari Rei, lalu Rani menceritakan semuanya. Lalu merekapun memutuskan untuk mencari tanda tangan bersama.  Leo memutuskanuntuk meminta tanda tangan Rei, dengan alasan ‘siapa tau tanda tangannya cocok ehh sama’. Rani hanya mengikutinya. Walaupun dia memiliki dendam kesumat pada Rei.  Sesampainya di depan Rei, Rani dan Leo disuruh nyanyi, merekapun mengikuti apa yang disuruh Rei karena sudah terlanjur berurusan dengan Rei. Reipun menandatangani kertas karton yang dibawa Leo.
            “ehh Ran, mampus lo, wkwk tanda tangan kalian sama wkwk” kata Leo berbisik.
            “ehh kaa, punya saya gak usah, makasih ka” kata Rani, setelah menyadari apa yang dibisikkan Leo ternyata benar.
            Rei curiga dengan tingkah Rani dan Leo, dan karena dia memang cerdas, tanpa menunggu lama dia bisa menebak apa yang dibisikkan Rani dan Leo, lalu mengambil paksa karton Rani, dan menandatanganinya dengan senyum sinisnya.
            Setelah mendapat tandattangan yang samasekali tidak diinginkannya, Ranipun mengajak Leo pergi.
            Akhirnya tiba saatnya pengumpulan tanda tangan, semua siswa yang mengikuti MOS berkumpul di lapangan. Singkat cerita Rani menutupi karton tanda tangan Rei, niatnya memang menutupi tanda tangan Rei tapi kenyataannya yang dia tutupi tanda tangan Leo. :D. Setelah tidak ditemukannya tanda tangan yang sama selama hampir satu jam, kaka cantik Widya mendekati Ranai dan mengetahui semuanya.
            “ahahahhahahaha wkwkwk bawa coklat, bunga, sama surat cinta besok!” kata Widya. Lalu setelah mendapat mangsa kaka Osispun membubarkan semua anggota MOS.

            Hari esoknyapun datang, dengan terus memaki Rei dalam hatinya. Dia membawa semua yang diperintahkan kaka kelasnya.
            “akhirnya orang yang kita tunggu dateng jugaaaa” kata Widya. Ranipun disuruh maju kebetulan Rani telat karena dia memang bangun kesiangan hari ini.
            “mana kartonnya?” tanya Widya pada salah satu temannya, dan mengumumkan bahwa tanda tangan Rei dan Rani hampir mirip. Semua bersorak, sementara Rani terusterusan mengutuk Rei. Akhirnya Rani disuruh memberikan coklat, bunga, dan surat cintanya kepada Rei  didepan semua penghuni MOS.
            “eehh gombalin Rei pake bunganyaaa” kata kaka Osis yang lain. Karena ingin cepat mengakhiri kejutan ini Ranipun mengikuti apa yang diperintah kaka Osisnya. Rey hanya bisa tertawa melihat Rani.
            “kaa, sebenernya aku lebih suka ngasih kamu bunga palsu..” kata Rani.
            “kenapa? Kenapa bunga palsu? Kerenan bunga asli” kata Rei. Tiba-tiba jantung Rani berdegup kencang saat menatap mata Rei.
            “Duh, ehh itu,, eee,,, karena bunga palsu itu gak akan pernah mati, sama kaya cinta aku ke kaka” kata Rani.... :D
Semua bersorak, tertawa, sedangkan Rani mulai berhenti mencaci maki Rei. Ntah mengapa tubuhnya mulai gemeteran dan hatinya dagdigdug tak karuan, dia memalingkan wajahnya dari Rei lalu tersenyum.
            “eehh Udah ah, kasian dianya” kata Rei,
            “ohh yaudah,, ehh tapi tunggu perjanjian kemaren yang terakhir belom” kata widya lagi.
            “apa?” tanya Rei dan Rani barengan. Sambil berfikir.
            “enggak-enggak-enggak” kata Rani dan Rei.  Semua tertawa.

-Selesai-

Tidak ada komentar: