Senin, 02 Desember 2013

cerpen 1



Aku gak tau kapan aku mulainya, tapi cerpen ini ketulis begitu ajaaaaa,,, :D cerpen, cerpen, cerpen.

“Jangan terlalu”

Namaku Farha yeah namaku cepat jelas dan padat. Aku masih berusia 15 tahun, masih remaja, remaja yang mulai mengenal apa itu suka, bahkan cinta. Dan kau tau seorang yang mampu membuatku jatuh cinta adalah kakak kelasku, namanya Hendri. Dia sangat tampan, dan memiliki senyum yang selalu membuatku semangat.
Ntah dari mana ku mulai menyukainya, semuanya terlalu cepat hingga aku tak mengerti mengapa aku bisa menyukainya. Dia sangat populer di sekolahku. Sedangkan aku, aku biasa-biasa saja.
Hari ini hari senin, seperti biasa aku melaksanakan Upacara seperti biasanya, dan tentunya, aku mengambil barisan paling depan agar dapat melihatnya, ya walaupun dia tak pernah melirikku, tapi aku senang karena aku masih bisa melihatnya, kadang aku merasa harus berterimakasih pada sekolah ini karena telah memperkenalkan aku padanya.
“wooooo,, Upi di depan gara-gara kak itu yaaaa” goda Upi temanku,
“Enggak kok, enggak, kalo di belakang kan gak ada pemandangan, gak bisa dengerin guru ceramah juga” kataku ngeles.
Ntah karena apa semua orang disini tahu akan perasaanku ini, ini adalah misteri besar yang harus diteliti oleh tim peneliti di Eropa sana.  Aku jamin mereka tidak akan menemukan jawabannya, karena sang pemilik perasaannya saja tak bisa menjawabnya.
Hari-hari berikutnya, aku membiarkan perasaanku semakin berbunga-bunga, semakin penasaran dengannya, semakin semakin dan semakin. Aku mulai bingung mengingat aku tidak pernah menyukai seseorang sampai selama ini. Paling lama hanya berkisaran kurang dari satu minggu. Mungkin ini yang namanya cinta, aku mulai menikmati perasaanku ini.
Setiap hari aku selalu semangat untuk masuk sekolah, karena dengan berada di sekolah itu berarti aku bisa melihatnya.
“Far, jangan terlalu suka sama dia, katanya orang yang kita suka bisa buat kita benci.. nah loooo,,,, ntar dia punya pacar aja dah, nyesek wkwkwk” kata Duwi.
“eettt enggaklah, gak bakalan,, wkwk dia ganteng bet wi soalnyaaa” kataku membayangkan mukanya.
“ganteng dari mananya si? Biasa aja deh kayaknya, itumah gara-gara elunya aja yang lebay. Emang dia belom punya pacar?” kata Duwi lagi.
“enggak tau, ehehe gak tau, dan gak mau tau” kataku.
Duwi adalah sahabatku, dia sering ingetin aku, jangan terlalu menyukainya alasannya karena dia tak mau melihat aku galau hanya gara-gara dia nantinya. Beberapa hari kemudian aku mendapatkan nomornya, awalnya HPku hanya dibajak oleh teman-temanku yang penyakit isengnya sedang kambuh. Awalnya aku sangat malu, apalagi saat melihat orangnya langsung, tapi lama-lama tak terasa aku sering mengganggunya dengan mengiriminya SMS yang kadang-kadang gak nyambung, karena aku mendadak lola jika berhubungan dengannya.
Lama-lama aku menyadari bahwa dia mengetahui aku sering salting jika bertemu dengannya. Itu aku tau dari SMSnya langsung.
“Lu jangan SMS mulu, inget lu cewe” kata Evi.
Setelah mendengar kata-kata Evi, aku mulai sadar aku lupa diri, yeah inilah letak kecerobahanku. Jadi aku tak berani SMS dia lagi. Tapi pada suatu siang, sekitar jam 2, saat hujan, aku benar-benar tak tahan, aku ingin mengirimkan SMS untuknya. Tangankupun dengan latahnya mengetik SMS dan tak sengaja mengirimnya.
Kakaaaa, masih di sekolah?
Masih
                Kini aku baru menyadari dia semakin menjauhiku, entah karena dia ilfeel ataupun 1001 alasan lainnya, aku mulai bertekad untuk tak kan mengiriminya pesan lagi.  Mungkin ini adalah balasan paling menyakitkan yang pernah aku dapatkan dari semua orang yang pernah aku hubungi. O iya sebelum mengirim pesan tadi, aku memang sudah merasakan dia mulai menjauh dariku, dan tadinya sms itu aku ketik agar biasa memperbaiki hubungan aku dan dia yang belum sah dipanggil kami.
 Hari ini  semua teman-temanku membawa laptop/notebook yang mereka punya untuk pelajaran Produktif. Akupun begitu, ini sangat menuntungkan aku, bahkan semua anak-anak di kelasku yang membawa laptop, karena kita dapat WIFI gratis. Nah, seperti biasanya aku memanfaatkan kegratisan ini, aku membuka socmed yang aku punya, dan tak sengaja melihat sebuah akun perempuan yang memakai fotoprofil berdua dengan,, *you knowlah* yeah, dunia kali ini seakan berhenti, hatiku bagai diporakporandakan.
Sekarang aku tau apa yang dinasihatkan teman-temanku, aku mulai berfikir bahwa aku benar-benar lola karena tak menyadarinya dari dulu. Aku langsung menutup socmed yang sedang aku buka dan mematikan laptopku.
Kemarin aku mengolok-olok temanku yang sedang patah hati, mungkin ini karma kelolaanku yang telah mengolok temanku itu, yaa walaupun bercanka. Sekarang aku benar-benar merasakan apa yang dirasakannya. Ternyata lebih sakit dari pada apa yang dikatakan semoa novel yang pernah aku baca. Ternyata galau itu benar-benar ada.
Mencintai adalah hak semua orang, dan boleh saja bahkan wajar, tapi jika kamu mencintai seseorang dengan berlebihan, itu yang salah. Sesuatu yang berlebihan itu tak baik. Seperti ceritaku tadi, aku terlalu menggantungkan harapan yang mungkin lebih tinggi dari langit padanya, tapi nyatanya? Apa yang aku dapatkan? Hanya sakit hati. Dan kamu harus tau rasanya itu lebih dari miris.
Cintailah kekasihmu sekedar saja, karena orang yang benar-benar kau cinta bisa menjadi orang yang benar-benar kau benci

Tidak ada komentar: