Jumat, 08 November 2013

Bersama Hujan

Bersama Hujan

Haii kawan-kawan lama tidak bertemu? *kapan kita pernah ketemu?* pokoknya gitu dah yaaa,, :D


Namanya hujan, sipembuat galau yang di FTV_FTV. Lagi-lahi aku nyebut FTV, okeh sekarang hujan yang kayak difilm India. :D

Setiap ada hujan ehh belum-belum, gak jadi nanya :D. Setiap denger hujan apa yang pertama kali terlintas dibenak kalian? Pasti rintik-rintik air, awan nangis, galau, updates status, suara rintikan hujan, suara genteng yang berisik, suara bajaj lewat? *eeettt wkwkwk, memang semua orang memang berbeda :D. Ayah, mengapa aku berbeda? *korban film* jadi inget Ka Naga Lyla. :D

Kalo aku si ni yaa, kalo denger kata hujan langsung kefikiran dia. Kenapa dia yaaa? Aku juga gak tau, ada perasaan yang gak bisa digambarin lewat kata-kata kalo aku denger namanya apa lagi liat orangnya, :D. Aku pernah punya sekilas cerita saat hujan bersamanya. Yaaa, walaupun ceritaku tak seromantis diFTV-FTV.tapi bagiku ini maah memiliki kesan tersendiri di dalam hati.

Aku ingin menceritakan sesuatu yang mungkin kamu bisa menganggapnya biasa saja, tapi untuk yang bersangkutan???? Wowo itu lebih dari bintang. Itu komentarku, mana komentarmu??? Wkwk




***
Yeah, jadi sepulang sekolah awan mulai murung menyaksikan aku yang bisa dibilang baru menyadari kalo ternyata cintaku bertepuk sebelah tangan seperti lirik lagu yang sangat ku benci. Kadang lagu yang kita benci adalah lagu yang menggambarkan keadaan kita.

Karena awan murung, aku langsung pergi kemasjid untuk shalat ashar karena kebetulan jam pulang sekolahku sama dengan waktu ashar tiba. Kenapa aku tidak memilih untuk langsung pulang? Jawabannya karena aku takut mati dijalan dengan keadaan belum shalat ashar.. :D aku jadi merinding sendiri, aku takut serius, aku takut. Bukannya aku sok alim atau gimana tapi aku memang tidak bisa memprediksi kapan aku meninggal.

Kembali kecerita, selain itu ada alasan lain yang membuatku tak mau pulang terlebih dahulu. Karena aku melihat dia di Masjid juga ehehe jadi aku anggap ini adalahy bingkisan dari yang Maha Kuasa. Tapi ini gak sengaja kok, gak janjian jugaa,, :D

Kami semua yang ada di masjid shalat berjamaah, entah apa rencana Allah kepada ku, aku berdiri di belakangnya. Satu  baris denganya. Aku memilih langsung pulang. Awan  kompromi, hasilnya dia tetap menangis tapim untungnya hujan tidah terlalu lebat ( grimis ) jadi aku masih santai. Sekarang yang difikiranku hanya laptop yang ada di tas ku. Oiya  sebenarnya ku lebih suka hujan lebat, karena hujan segini membuat kepalaku pusing saja. Tapi  karna laptop aku mulai bersahabat dengan gerimis.

Seperti biasa aku menunggu angkutan umum di tepi  jalan raya. Tiba-tiba aku mulai deg-degan. Aku menoleh belakang, ternyata aku melihat dia dari kejauhan. Aku mulai gemetaran, aku mulai bingung menentukan sikap, aku mulai salting.

Aku berdoa dalam hati, karena bingung mau berbuat apa, lalu setelah berdoa aku menoleh say dan hay padanya.  Dia tersenyum terus berjalan ketika tepat di samping jalan raya dia bertanya kenapa aku belum pulang, aku hanya bilang iya nih.

Yeah aku bungung ada rasa bingung, ada rasa bete karena dia terus berjalan tanpa ngobrol dulu dengan aku ( lho?! ). Aku tau kenapa dia begitu, mungkin karena gerimis. Kalo dia lama-lama bersamaku nanti awal bakal semakin cemburu, sakit hati, patah hati, iri sama aku terus dia bakal tambah kenceng nangisnya :D. Karena takut hujan bakal nangis lebih deres dia lebih memilih langsung pergi.

Saat dia hendak menyebrang dia berpamitan “duluan yaa” katanya tanpa menoleh sedikitpun. Dia jutek sekali -_- tapi mungkin itu karakternya, mungkin karena aku belum dekat dengannya, dan banyak kemungkinan lainnya ynag tak terkecuali karena dia tidak menyukaiku, yaaaah pada galau dahhh,, :D

Aku aja yang nulis gak galau, udah kebal malah, harusnya kamu bisa kebal kayak aku,, eheheh sudah aku bilangkan hujan itu waktu paling pas untuk bergalau-galau ria, ada yang galauin pacar, ada yang gaalain pacar orang, ada yang galauin pelajaran, ada yang galauin PR, ada yang galauin HP, tapi ada juga yang galaluin masa depan. Aku menyukai cowok-cowok yang mempunyai semangat tinggi.

O iyaa aku kembalikan ke ceritanya yaa,,, karena detik-detik perpisahan untuk hari itu. Setelah menyebrang, mataku masih tertuju padanya, pada tasnya, pada jalannyaaa,, :D hingga dia sampai disebrang jalan utuk menunggu angkutan uumum seperti aku. Aku memperhatikan dia tapi dia tidak sama-sekali melirik kearahku. Lagi-lagi aku merasa cintaku bertepuk sebelah tangan,, wkwkwk.

Akhirnya angkutan umum yang aku tunggu pun datang, aku langsung gerak cepat, biar kaya orang-orang. Dalam angkuitan ini aku masih memperhatikannya yang masih menunggu angkutan umum seperti ku tapi sayangnya beda arah denganku.

Yeah! Hujan temani aku dalam diam
Mendengarkan kicauanku dalam hati
Ikut menangisi kegalauanku
Lagi-lagi
Mengundangku untuk merasa galau wkwkwk

Cerita ini hanyalah fiktif belaka, jika ada kejadian yang sama persis dengan ini, Upi minta maaf yaaaa,, :D

Saya Upi Siti Farhatun melaporkan dari balik hujan :D

Tidak ada komentar: