Bersama Hujan
Haii kawan-kawan lama tidak bertemu? *kapan kita
pernah ketemu?* pokoknya gitu dah yaaa,, :D
Namanya hujan, sipembuat galau yang di FTV_FTV.
Lagi-lahi aku nyebut FTV, okeh sekarang hujan yang kayak difilm India. :D
Setiap ada hujan ehh belum-belum, gak jadi nanya :D.
Setiap denger hujan apa yang pertama kali terlintas dibenak kalian? Pasti
rintik-rintik air, awan nangis, galau, updates status, suara rintikan hujan,
suara genteng yang berisik, suara bajaj lewat? *eeettt wkwkwk, memang semua
orang memang berbeda :D. Ayah, mengapa aku berbeda? *korban film* jadi inget Ka
Naga Lyla. :D
Kalo aku si ni yaa, kalo denger kata hujan langsung
kefikiran dia. Kenapa dia yaaa? Aku juga gak tau, ada perasaan yang gak bisa
digambarin lewat kata-kata kalo aku denger namanya apa lagi liat orangnya, :D.
Aku pernah punya sekilas cerita saat hujan bersamanya. Yaaa, walaupun ceritaku
tak seromantis diFTV-FTV.tapi bagiku ini maah memiliki kesan tersendiri di
dalam hati.
Aku ingin menceritakan sesuatu yang mungkin kamu bisa
menganggapnya biasa saja, tapi untuk yang bersangkutan???? Wowo itu lebih dari
bintang. Itu komentarku, mana komentarmu??? Wkwk
***
Yeah, jadi sepulang sekolah awan mulai murung
menyaksikan aku yang bisa dibilang baru menyadari kalo ternyata cintaku
bertepuk sebelah tangan seperti lirik lagu yang sangat ku benci. Kadang lagu
yang kita benci adalah lagu yang menggambarkan keadaan kita.
Karena awan murung, aku langsung pergi kemasjid untuk
shalat ashar karena kebetulan jam pulang sekolahku sama dengan waktu ashar
tiba. Kenapa aku tidak memilih untuk langsung pulang? Jawabannya karena aku
takut mati dijalan dengan keadaan belum shalat ashar.. :D aku jadi merinding
sendiri, aku takut serius, aku takut. Bukannya aku sok alim atau gimana tapi
aku memang tidak bisa memprediksi kapan aku meninggal.
Kembali kecerita, selain itu ada alasan lain yang
membuatku tak mau pulang terlebih dahulu. Karena aku melihat dia di Masjid juga
ehehe jadi aku anggap ini adalahy bingkisan dari yang Maha Kuasa. Tapi ini gak
sengaja kok, gak janjian jugaa,, :D
Kami semua yang ada di masjid shalat berjamaah, entah
apa rencana Allah kepada ku, aku berdiri di belakangnya. Satu baris denganya. Aku memilih langsung pulang.
Awan kompromi, hasilnya dia tetap
menangis tapim untungnya hujan tidah terlalu lebat ( grimis ) jadi aku masih
santai. Sekarang yang difikiranku hanya laptop yang ada di tas ku. Oiya sebenarnya ku lebih suka hujan lebat, karena
hujan segini membuat kepalaku pusing saja. Tapi
karna laptop aku mulai bersahabat dengan gerimis.
Seperti biasa aku menunggu angkutan umum di tepi jalan raya. Tiba-tiba aku mulai deg-degan.
Aku menoleh belakang, ternyata aku melihat dia dari kejauhan. Aku mulai
gemetaran, aku mulai bingung menentukan sikap, aku mulai salting.
Aku berdoa dalam hati, karena bingung mau berbuat apa,
lalu setelah berdoa aku menoleh say dan hay padanya. Dia tersenyum terus berjalan ketika tepat di
samping jalan raya dia bertanya kenapa aku belum pulang, aku hanya bilang iya
nih.
Yeah aku bungung ada rasa bingung, ada rasa bete karena
dia terus berjalan tanpa ngobrol dulu dengan aku ( lho?! ). Aku tau kenapa dia
begitu, mungkin karena gerimis. Kalo dia lama-lama bersamaku nanti awal bakal
semakin cemburu, sakit hati, patah hati, iri sama aku terus dia bakal tambah
kenceng nangisnya :D. Karena takut hujan bakal nangis lebih deres dia lebih
memilih langsung pergi.
Saat dia hendak menyebrang dia berpamitan “duluan yaa”
katanya tanpa menoleh sedikitpun. Dia jutek sekali -_- tapi mungkin itu
karakternya, mungkin karena aku belum dekat dengannya, dan banyak kemungkinan
lainnya ynag tak terkecuali karena dia tidak menyukaiku, yaaaah pada galau
dahhh,, :D
Aku aja yang nulis gak galau, udah kebal malah,
harusnya kamu bisa kebal kayak aku,, eheheh sudah aku bilangkan hujan itu waktu
paling pas untuk bergalau-galau ria, ada yang galauin pacar, ada yang gaalain
pacar orang, ada yang galauin pelajaran, ada yang galauin PR, ada yang galauin
HP, tapi ada juga yang galaluin masa depan. Aku menyukai cowok-cowok yang
mempunyai semangat tinggi.
O iyaa aku kembalikan ke ceritanya yaa,,, karena
detik-detik perpisahan untuk hari itu. Setelah menyebrang, mataku masih tertuju
padanya, pada tasnya, pada jalannyaaa,, :D hingga dia sampai disebrang jalan
utuk menunggu angkutan uumum seperti aku. Aku memperhatikan dia tapi dia tidak
sama-sekali melirik kearahku. Lagi-lagi aku merasa cintaku bertepuk sebelah
tangan,, wkwkwk.
Akhirnya angkutan umum yang aku tunggu pun datang, aku
langsung gerak cepat, biar kaya orang-orang. Dalam angkuitan ini aku masih
memperhatikannya yang masih menunggu angkutan umum seperti ku tapi sayangnya
beda arah denganku.
Yeah! Hujan
temani aku dalam diam
Mendengarkan
kicauanku dalam hati
Ikut menangisi
kegalauanku
Lagi-lagi
Mengundangku
untuk merasa galau wkwkwk
Cerita ini hanyalah fiktif belaka, jika ada kejadian
yang sama persis dengan ini, Upi minta maaf yaaaa,, :D
Saya Upi Siti Farhatun melaporkan dari balik hujan :D


Tidak ada komentar:
Posting Komentar