Haaaaaaaaaaaaiiiiiii,,,,,, :D
kalian punya cita-cita kan?Aku juga sama, :D mungkin buat yang belum punya cita-cita, cepet-cepet deh punya cita-cita, kalo kita punya cita-cita itu kalo menurut aku udah punya tujuan, sekarang bayangin kamu jalan tanpa arah, nyampenya kemana? hayoooo.. terus bedain sama kamu jalan dengan tujuan yang jelas. simpel kan? :D
Sampai sekarang Aku bingung nentuin cita-cita aku soalnya, masih labil, kadang pengen jadi ini, kadang pengen jadi itu. Kamu tau cita-cita yang bikin aku bingung itu apa??? Pertama aku pengen jadi Penulis :D, Kedua aku pengen jadi Guru, Ketiga aku pengen jadi Designerrr!, Keempat aku pengen jadi Pengusaha, Kelima aku pengen jadi Fotografer. Naaaahhh, bingung kaaaaann? apa lagi aku yang punya cita-cita. :D
Hobby aku itu nyoret-nyoret kertas/buku :D, menurut aku buku itu teman paling setia sepanjang masaaaaa, buktinya setap aku galau aku ceritain ke dia, dia gak pernah bilang "Lu ngapa si nyoret-nyoret gw melulu?" wkwkwk, bayangin kalo buku bisa ngomong, iiiihhhh,, ngeriiii.. :D
Ini adalah beberapa hasil coretan Aku yang menurut aku sayang-sayang kalo dibuang, tulisan aku emang gak sebagus penulis-penulis profesional, namanya juga pemula, jadi maklumin aja yaaa,, :D read and enjoy it! :D
1. Hujaaaaan!
Awan mulai murung,
Mendukungku untuk tenggelam dalam
perasaannya,
Awalnya Aku hanya
menertawakannya,
Tapi semua itu tak bertahan lama,
Aku mulai mengikuti jejaknya,
Saat Aku melihat ‘Dia’ bercanda
gurau dengan temannya,
Yeah temannya!
Aku hanya tersenyum menyikapinya,
Cintaku padanya hanya diam-diam,
Jadi sakit hatipun Aku harus
diam,
Yeah, Aku hanya memandanginya
dari belakang,
Hujan semakin tak kuasa menahan
tangis,
Rintik-rintik air matanya mulai
kurasakan,
Aku masih terlalu kuat untuk menangis,
Jadi Aku mulai salahkan hujan,
Dia yang membawaku dalam
kegalauan,
Yeah, hati-hati padanya!
Dia gemar menularkan bibit-bibit
kegalauan.
2. Api
Api itu bergejolak
Dengan warna kuning keoren-orenan
Menderu-deru tidak menentu
Dengan satu arah yang dituju
Keata-keatas-dan-keatas
Apipunn bersiul kecil dengan
letusan-letusan kecilnya
Ttetapi sesekali berteriak
memekakan telingaku
Api itu melambai-lambai keudara
Dia mulai labil
Dan tak konsisten
Semakin besaaaaaaaarrr
Kadang mengecil
Dan kini membesar lagi
Jujur ku takut didekatnya
Suaranya yang tak bersahabat
membuatku takut
Sinarnya yang menyala-nyala bak
memancing amarah orang didekatnya
Pancarannya tak stabil seakan
mencari celah tuk melarikan diri
Kayupun dia makan hingga terlihat
ggosong dan menangis
Api terus menyeruak keluar
mencari teman yang banyak
Meletup-letup bagai memberikan
iyarat
Suara gertakannya hanya untuk
menggertak penantangnya
Asap-asap semakin banyak
Menjulang tinggi
Berniat tuk selimuti bumi
Dorongan dari api membuat asp
merasa puas dan tinggi
Asap mulai berkelompok
Asap mulai bersatu
Alhasil bergerombollah asap itu
Kini api itu belum juga padam
Ia memutari sudut-sudut lingkaran
itu
Bau gosong mulai menyengat hidung
Kini sijagomerah itu terus beradu
Dan dia menang!
Terlihat dari awannya yang
mengabu
Dia belum juga padam
Karena belum puas beradu
Malh semakin membiru
Hingga saatnya ia lelah
Diapun akn mereda
Mereda
Mereda
Dan akhirnya mati
-to be continued-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar